Copyright atau hak cipta adalah hak untuk membatasi suatu salinan original dari yang tidak sah atau tidak memiliki ijin atas suatu ciptaan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
1. Paten
melindungi sebuah ide tersebut. seseorang tidak berhak untuk membuat sebuah karya yang cara bekerjanya sama dengan sebuah ide yang dipatenkan.
2. Merk Dagang
Merk dagang digunakan oleh pebisnis untuk mengidentifikasikan sebuah produk atau layanan. Merk dagang meliputi nama produk atau layanan, beserta logo, simbol, gambar yang menyertai produk atau layanan tersebut. Berbeda dengan HAKI lainnya, merk dagang dapat digunakan oleh pihak lain selain pemilik merk dagang tersebut, selama merk dagang tersebut digunakan untuk mereferensikan layanan atau produk yang bersangkutan.
3. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
Kreasi berupa rancangan tata letak tiga dimensi dari suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi yang didalam terdapat berbagai elemen sekurang-kurangnya satu elemen adalah elemen aktif yang saling berkaitan dibentuk terpadu dalam bahan semikonduktor .
Kamis, 27 November 2014
Sabtu, 29 Maret 2014
Ragam Bahasa Indonesia
Bahasa
Indonesia merupakan bahasa asli bangsa kita yang sudah dipakai sejak jaman
nenek moyang kita, namun tidak semua orang menggunakan tata cara atau
aturan-aturan yang benar, salah satunya pada penggunaan bahasa Indonesia itu
sendiri yang tidak sesuai dengan ejaan dan Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh
karena itu pengetahuan tentang ragam bahasa cukup penting untuk mempelajari
bahasa Indonesia dan bisa diterapkan dengan baik sehingga identitas kita
sebagai warga negara Indonesia tidak akan hilang.
Dalam bahasa
Indonesia ada yang disebut ragam bahasa dimana Ragam bahasa adalah variasi
dalam pemakaian bahasa yaitu perbedaan penutur, media, situasi, dan bidang.
Berikut akan saya jelaskan.
1. Perbedaan penutur
Tiap - tiap individu mempunyai gaya tersendiri dalam berbahasa. perbedaan berbahasa antar individu disebut idiolek, sedangkan perbedaan asal daerah penutur bahasa juga menyebabkan variasi berbahasa yang disebut dialek.
2. Perbedaan media
Perbedaan media yang digunakan dalam berbahasa
menentukan pula ragam bahasa yang digunakan sehingga bahasa lisan berbeda
dengan bahasa tulisan.
3. Perbedaan situasi
Situasi pada saat pembicaraan dilakukan akan
sangat berpengaruh terhadap ragam bahasa yang digunakan, sehingga ragam bahasa
pada situasi santai akan berbeda dengan situasi resmi.
4. Perbedaan bidang
Ragam bahasa yang digunakan pada bidang yang berbeda mempunyai ciri yang
berbeda pula, misalnya bahasa jurnalistik berbeda dengan ragam bahasa sastra.
Jenis Ragam Bahasa Indonesia
·
Ragam bahasa undang-undang
·
Ragam bahasa jurnalistik
·
Ragam bahsa ilmiah
·
Ragam bahasa sastra
Macam-macam Ragam Bahasa
Yaitu bisa dibagi 3 berdasarkan
media,cara pandang penutur, dan topik pembicaraan.
1. Ragam bahasa berdasarkan media
a. Ragam bahasa Media (Lisan)
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh
situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun
hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian ketepatan dalam
pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat dan unsur-unsur didalam
struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena
situasi dan kondisi pembicara menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan
yang disampaikan secara lisan.
Pembicara lisan dalam situasi formal
berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak
formal atau santai. Jika ragam bahasa dituliskan, ragam bahasa itu tidak bisa
disebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan. Oleh
karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri- cirinya tidak menunjukan cir-ciri ragam tulis, walaupun
direalisasikan dengan tulisan, ragam
bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu
masing-masing adapun ciri dari keduanya:
Ciri-ciri ragam lisan:
- Memerlukan orang kedua/teman bicara.
- Tergantung kondisi, ruang, dan waktu
- Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh
- Berlangsung cepat
b. Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku
tulisan makna kalimat yang diungkapkan nya ditunjang oleh situasi pemakaian
sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalomat. Oleh karrena itu,
enggunaan ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan
kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk katadan struktur kalimat, serta
kelengkapaan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.
Ciri-ciri ragam tulis:
- Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
- Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu
- Harus memperhatikan unsur gramatikal
- Berlangsung lambat
- Selalu memakai alat bantu
- Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi
- Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.
2. Ragam bahasa Indonesia dari cara
pandang penutur.
Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa indonesia terdiri dari ragam
dialek, ragam terpelajar ragam resmi dan ragam tak resmi.
3. Ragam bahasa Indonesia menurut topik pembicaraan.
Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah,
ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan
ragam sastra.
sumber:
http://herisllubers.blogspot.com/2013/10/ragam-bahasa-indonesia.html
http://www.slideshare.net/masayufachrunnisa/jenis-jenis-ragam-bahasa
Sabtu, 23 November 2013
Analisa Perkembangan Bahasa Indonesia
Kronologi
Dari waktu ke waktu
terjadilah perubahan sedemikian rupa sehingga bahasa Indonesia menjadi bahasa
persatuan yang pada akhirnya menyandang fungsi sebagai bahasa ilmu pengetahuan
dan teknologi. Perubahan yang dialami oleh bahasa Indonesia merupakan suatu proses
perubahan yang amat pesat.
Oleh sebab itu,
pada saat bangsa kita memerlukan sebuah bahasa nasional yang dapat dijadikan
alat komunikasi secara nasional, penunjukan bahasa Melayu disetujui secara
aklamasi. Bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Minangkabau, atau bahasa Batak yang
jumlah pendukungnya jauh lebih besar daripada jumlah pendukung bahasa Melayu,
dengan rela dan senang hati menerima putusan itu. Maka, pada tanggal 28 Oktober
1928 dicetuskanlah kedudukan bahasa Indonesia itu dalam suatu ikrar pemuda
Indonesia yamg kita kenal dengan “Sumpah Pemuda” pada butir ketiga. Secara
lengkap dan ejaan yang asli butir-butir “Sumpah Pemuda” itu dapat Anda simak
berikut ini.
~ Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe
bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
~ Kami poetera dan poeteri Indonesia mengakoe
berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
~ Kami poetera dan poeteri Indonesia mendjoendjoeng
bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Butir ketiga dalam Sumpah Pemuda itu menjadi ketukan
palu berubahnya bahasa Indonesia sebagai lingua franca kepada bahasa Indonesia
sebagai bahasa persatuan. Perkembangan bahasa Melayu yang berubah menjadi
bahasa Indonesia didasarkan pada segi politik dan ekonomi. Bahasa yang
dapat diangkat menjadi bahasa nasional adalah bahasa yang berfungsi di dalam
dunia politik dan ekonomi.
Balai Pustaka
BAHASA INDONESIA.
Balai Pustaka didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1917.
Merupakan penggabungan dari Taman Bacaan yang ada di beberapa tempat di Batavia
sejak tahun 1908. Balai Pustaka mampu mengkonsulidasikan para sastrawan dan
membentuk Angkatan Balai Pustaka. Mereka sepakat untuk menggunakan Bahasa
Indonesia untuk karya karya sastranya. Sehingga pada era Angkatan Balai Pustaka
ini Bahasa Indonesia berkembang pesat, dan akhirnya ditetapkan menjadi bahasa
persatuan Indonesia dalam Sumpah Pemuda Tahun 1928.
PUSTAKA. Banyak karya
sastra hasil penerbitan Balai Pustaka. Beberapa diantaranya adalah Siti Nurbaya
dan di bawah Lindungan Kabah. Karya sastra ini mampu membentuk karakter bangsa,
antara lain mampu memompa semangat perjuangan rakyat merebut kemerdekaan dari
penjajahan Belanda. Di samping buku sastra, Balai Pustaka tentunya menerbitkan
buku - buku tematik tentang ekonomi, politik, sosial dan budaya. Dengan
perkataan lain, Balai Pustaka memberikan sumbangan yang sangat besar dalam
rangka mencerdaskan bangsa dan mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang
lebih baik sejak masa penjajahan, masa awal kemerdekaan, dan hingga kini.
Taman Bacaan Masyarakat
Taman Bacaan
masyarakat atau TBM adalah salah satu wadah yang bergerak dibidang pendidikan
yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kembali minat baca masyarakat tanpa
membedakan status sosial, ekonomi, budaya, agama, adat istiadat, tingkat
pendidikan dan lain sebagainya.
Setelah beberapa
pelopor, pendiri dan relawan dengan gigih mengajak sesama relawan dan
masyarakat umu untuk turut membangun TBM di lingkungannya, kini TBM telah marak
diberbagai daerah.
Taman Bacaan Arjasari
contohnya, dibangun oleh Agus Munawar dengan menggunakan ruang dapur yang hanya
berukuran 3 x 3 meter. Dengan kegigihan Agus, TBM ini berkembang pesat hingga
sekarang menjadi salah-satu TBM percontohan.
Ejaan Suandi
Ejaan Republik (edjaan republik) adalah ketentuan
ejaan dalam Bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17
Maret 1947. Ejaan ini kemudian juga disebut dengan
nama edjaan Soewandi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu.
Pada
tahun 1901 ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin, yang disebut Ejaan van
Ophuijsen, ditetapkan. Ejaan tersebut dirancang oleh van Ophuijsendibantu
oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan
Ibrahim. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah sebagai berikut:
1. Huruf
j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang.
2. Huruf
oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.
3. Tanda
diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata
ma’moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamai’.
Perbedaan-perbedaan antara ejaan ini dengan ejaan Van
Ophuijsen ialah:
- huruf 'oe' menjadi 'u', seperti
pada goeroe → guru.
- bunyi hamzah dan bunyi sentak yang sebelumnya
dinyatakan dengan (') ditulis dengan 'k', seperti pada kata-kata tak, pak, maklum, rakjat.
- kata ulang boleh ditulis dengan angka 2,
seperti ubur2, ber-main2, ke-barat2-an.
- awalan 'di-' dan kata depan 'di' kedua-duanya
ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata depan 'di' pada
contoh dirumah, disawah, tidak dibedakan dengan imbuhan 'di-'
padadibeli, dimakan.
Ejaan Soewandi ini berlaku sampai tahun 1972 lalu
digantikan oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pada masa
menteri Mashuri Saleh. Pada masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, pada 23 Mei 1972 Mashuri mengesahkan penggunaan Ejaan Yang
Disempurnakan dalam bahasa Indonesia yang menggantikan Ejaan Soewandi. Sebagai
menteri, Mashuri menandai pergantian ejaan itu dengan mencopot nama jalan yang
melintas di depan kantor departemennya saat itu, dari Djl. Tjilatjap menjadi Jl.
Cilacap.
EYD
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah
ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini
menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan
Soewandi.
Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya
adalah:
- 'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
- 'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
- 'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
- 'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
- 'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
- 'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
- awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan
penulisannya. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di
sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada
dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan
Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah
bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia
ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia
adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar
yang dipakai adalahbahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan
Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia
mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan
administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20.
Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah
Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme
bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses
ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu
yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa
Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru,
baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa
daerah dan bahasa asing.
Sabtu, 16 November 2013
Analisa Ragam Budaya
Keanekaragaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke merupakan aset
yang tidak ternilai harganya, sehingga harus tetap dipertahankan dan terus
dilestarikan.
keanekaragaman tersebut terdiri dari :
- ragam lisan
- ragam tulisan
- ragam sosial
- ragam fungsional
- ragam jurnalis
- ragam bahasa yang baik dan
benar
Ragam
Lisan
Di dalam
ragam lisan unsur-unsur fungsi gramatikal, seperti subjek, predikat, dan objek
tidak selalu dinyatakan, ragam lisan sangat terikat pada kondisi,situasi, ruang
dan waktu. Ragam lisan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya dan panjang pendeknya
suara.
Ragam
Tulisan
- Ragam tulis tidak mengharuskan
adanya teman bicara berada didepan.
- Fungsi-fungsi gramatikal harus
nyata.
- Ragam tulis tidak terlihat oleh
situasi, kondisi, ruang, dan waktu
- Ragam tulis dilengkapi dengan
tanda baca, huruf besar, dan huruf miring.
Contoh dari ragam bahasa tulis adalah surat, karya ilmiah, surat kabar,
dll. Dalam ragam bahsa tulis perlu memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang
baik dan benar. Terutama dalam pembuatan karya-karya ilmiah.
Ragam Sosial
Ragam sosial, yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya
didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil
dalam masyarakat.
Ragam Fungsional
Ragam fungsional kadang-kadang disebut ragam profesional adalah ragam
bahasa yang dikaitkan dengan profesi lembaga lingkungan kerja atau kegiatan
tertentu lainnya.
Ragam Jurnalis
Bahasa IndonesiaJurnalistik adalah salah satu ragam bahasa Indonesia. Ragam
bahasa Indonesia jurnalistik harus memperhatikan hal-hal berikut ini: (a)
sederhana, (b) ringkas, (c) padat, (d) lugas, dan (e) menarik. Dengan kata lain
bahasa Indonesia jurnalistik diutamakan ekonomis, tepat makna, dan menarik
perhatian pembaca.
ragam bahasa yang baik dan benar
Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Ciri-ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut.
- Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
- Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.
- Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
- Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.
- Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.
Minggu, 10 November 2013
Artikel iphone
iPhone adalah
jajaran telepon pintar yang dirancang dan
dipasarkan oleh Apple Inc. iPhone menggunakan sistem
operasi telepon genggam iOS. iPhone
pertama diluncurkan tanggal 29 Juni 2007. IPhone terbaru,
yaitu iPhone 5 generasi
keenam, diluncurkan tanggal 21 September 2012. iPhone memiliki konektivitas Wi-Fi dan seluler (2G, 3G dan 4G).
iPhone dapat merekam video, mengambil foto, memutar musik, mengirim dan menerima
surel, menjelajah web, mengirim SMS, dan menerima surat suara visual.
Sejumlah fungsi lain, seperti permainan, referensi, navigasi GPS, jejaring sosial, dll dapat diaktifkan
dengan mengunduh aplikasi. Pada 2012, App Store menawarkan
lebih dari 700.000 aplikasi buatan Apple dan pengembang pihak ketiga.
Ada enam generasi model iPhone, masing-masing
dilengkapi satu dari enam versi iOS yang terseida. iPhone
pertama berupa telepon Pita frekuensi GSM dan
menjadi perintis desain produk-produk selanjutnya, ukuran layar dan penempatan
tombolnya tidak berubah di seluruh jajaran produknya. iPhone 3G dilengkapi
kemampuan jaringan seluler 3G dan lokasi A-GPS. iPhone 3GS dilengkapi prosesor yang lebih
cepat dan kamera beresolusi tinggi yang dapat merekam video beresolusi 480p. iPhone 4 dilengkapi
"retina display" 960 × 640, sebuah kamera belakang beresolusi tinggi
dan sebuah kamera depan beresolusi rendah untuk panggilan video dan aplikasi
lain. iPhone 4S dilengkapi
kamera 8-megapiksel dengan
kemampuan merekam video beresolusi 1080p, prosesor inti
ganda, dan sistem kendali suara bahasa alami bernama Siri. iPhone 5 dilengkapi
prosesor A6 baru, layar Retina 4-inci yang lebih besar daripada layar 3,5-inci
di iPhone versi sebelumnya, dan menggantikan konektor 30 pin dengan konektor
digital Lightning.
Karya Ilmiah
Karya
ilmiah adalah laporan tertulis tentang hasil penelitian atau pengkajian
yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim yang memenuhi kaidah dan
etika keilmuan.
Jenis-jenis
karya ilmiah:
Tujuan
karya ilmiah: agar gagasan penulis karya ilmiah itu dapat dipelajari, lalu
didukung atau ditolak oleh pembaca.
Syarat
menulis karya ilmiah:
- · motivasi dan displin yang tinggi
- · kemampuan mengolah data
- · kemampuan berfikir logis (urut) dan terpadu (sistematis)
- · kemampuan berbahasa
S Sifat Karya Ilmiah
·
Lugas dan tidak emosional : mempunyai
satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang
lain)
·
Logis : disusun berdasarkan urutan yang
konsisten
·
Efektif : satu kebulatan pikiran, ada
penekanan dan pengembagan.
·
Efisien : hanya mempergunakan kata atau
kalimat yang penting dan mudah dipahami
·
Ditulis dengan bahasa Indonesia yang
baku.
Macam-Macam
Karya Ilmiah
·
Skripsi
·
Tesis
·
Disertasi
Contoh
kata ilmiah kata popular :
- · analogi kiasan
- · anarki kekacauan
- · bibliografi daftar pustaka
- · biodata biografi singkat
- · definisi batasan
- · diskriminasi perbedaan perlakuan
- · eksentrik aneh
- · final akhir
- · formasi susunan
- · format ukuran
- · friksi bagian, pecahan
- · indeks penunjuk
- · konklusi kesimpulan
- · kontemporer masa kini, mutakhir
- · kontradiksi pertentangan
- · menganalisa menguraikan
- · prediksi ramalanpasien orang sakit
Berbagai kendala yang jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut :
- · salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
- · salah dalam menyusun struktur pelaporan,
- · salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
- · salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan,
- · penggunaan Bahasa Indonesia yang belum baik dan benar,
- · tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri),
- · tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang berubah-ubah).
Minggu, 09 Juni 2013
ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN TERTUTUP SEDERHANA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi .
Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara
. Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu :
a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
c. Keuntungan perusahaan
d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
e. Pendapatan sewa
a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
c. Keuntungan perusahaan
d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
e. Pendapatan sewa
Model anlalisis dengan variabel
investasi dan tabungan
Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang
akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau
dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada
komponen-komponen barang modal .
Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan
ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan
pabrik .
Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut,
yaitu :
1. Operasi keuangan
pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber
pembiayaannya;
2. Dampak operasi
keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap
Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB)
pemerintah;
3. Dampak rupiah operasi
keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi
bersih pada jumlah uang yang beredar;
4. Dampak Valuta Asing
operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap
aliran devisa masuk bersih.
Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional,
yaitu :
§
data Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut penggunaan
[lihat tabel III dan III.1]
§
Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank Indonesia,
dan Departemen Keuangan.
Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat adanya
kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut
penggunaan. Kalau kita menganggap bahwa perkiraan Investasi dan Tabungan
Nasional Bruto yang dihasilkan oleh Tim Gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan
Departemen Keuangan lebih mendekati kebenaran, maka seyogyanya data statistik
Produk Domestik Bruto menurut penggunaan yang dipublikasikan oleh B.P.S. perlu
diperbaiki.
Hubungan antara pertumbuhan ekonomi,
inflsi dan pengangguran
Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi, pengangguran
dan neraca pembayaran.
Inflasi (inflation) adalah gejala yang
menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus.
Ada tiga jenis inflasi yaitu:
1) inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation)
2) inflasi desakan biaya (cost-push inflation)
3) inflasi karena pengaruh impor (imported inflation).
Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran
untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Bagi
negara yang perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara
2 sampai 4 persen per tahun.
Langganan:
Postingan (Atom)